Sunday, 15 January 2017

Rahsia Keadilan Allah SWT

Assalamu'alaikum wbt kpd semua sahabatku dunia akhirat.. Sedikit wadah utk meraih redho Allah swt.. Mohon redho Allah.. Aamiin.

*RAHSIA KEADILAN ALLAH SWT*

Ketika Nabi Musa bermunajat di bukit Tursina, baginda berdoa, "Ya Allah, Engkau Maha Adil, tunjukkanlah keadilan-Mu kpdku".

Allah SWT menjawab, "Hai Musa, jika Aku tunjukkan keadilan-Ku kpdmu, engkau tidak akan sabar dan tergesa- gesa menyalahkan Ku".

Lalu nabi Musa menjawab, "Dgn taufik-Mu, aku akan sabar menerima dan menyaksikan keadilan-Mu ."

Allah berfirman, "Pergilah engkau ke sebuah mata air, bersembunyilah dekatnya dan saksikan apa yg akan terjadi".

Nabi Musa pun pergi ke mata air yg dimaksudkan. Tidak lama kemudian, datanglah seorang penunggang kuda, lalu turun utk minum air. Saat itu si penunggang kuda sedang membawa sekantong wang. Dengan tergesa-gesa, ia pergi sehingga lupa membawa kantong wangnya.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang anak kecil utk mengambil air. Dia melihat kantong itu lalu anak itu mengambilnya dan terus pergi. Setelah anak itu pergi, datanglah seorang tua buta. Orang tua buta mengambil air utk berwuduk dan beribadah.

Selesai beribadah datanglah penunggang kuda tadi yg bermaksud mengambil kantong wangnya, namun ia hanya menemukan orang tua buta yg sedang bergerak pergi.

"Wahai orang tua, kamu pasti yg mengambil kantong wang?" bentak si penunggang kuda. Terkejut orang tua buta, lalu berkata, "Bagaimana saya dapat mengambil kantong wang kamu, sementara saya ini buta?"

"Jangan kamu berdusta" bentak si penunggang kuda.

Setelah bertegang leher, orang tua itu pun dibunuhnya. Kemudian dia menggeledah baju namun tidak menemukan apa-apa.

Saat melihat kejadian tersebut Nabi Musa AS bertanya kpd Allah SWT, "Ya Allah, hamba sungguh tidak sabar melihat kejadian ini. Namun hamba yakin Engkau Maha Adil. Mengapa ini harus terjadi?"

Lalu Allah mengutus Malaikat Jibril utk menjelaskan, "Wahai Musa, Allah Maha Mengetahui hal-hal ghaib yg tidak engkau ketahui. Anak kecil itu sebenarnya mengambil haknya sendiri. Dahulu ayahnya pernah bekerja dgn si penunggang kuda, tetapi jerih payahnya tidak dibayar. Jumlah yg harus dibayarkan sama dgn yg diambil anak itu. Sementara orang tua buta adalah orang yg membunuh ayah anak kecil itu sebelum ia mengalami kebutaan".

Saudaraku, betapa pentingnya kita mengenal (makrifat) kpd Allah, agar hati kita selalu bersangka baik kpd-Nya. Kerana terbatasnya pengetahuan manusia, maka tidak mampu membaca keadilan Allah secara tepat. Ia menganggap Allah tidak adil kerana keputusan-Nya dirasakan merugikannya.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu." Surah Al-Baqarah ayat 216.

Allah Maha Adil dan memberikan sesuatu kpd manusia dgn jalan terbaik menurut kehendak-Nya, bukan menurut nafsu atau kepentingan kita.

Jadi tidak ada satu pun ketentuan Allah yg gagal dan buruk. Namun kitalah yg belum mengerti hakikatnya.

Subhanallah Maha Kuasa dan Maha Suci Allah dgn segala perbuatan-Nya.

Semoga mendapat iktibar.