Saturday, 22 July 2017

Rahsia Kehebatan Genghis Khan

Selain sebagai panglima perang yang hebat, ternyata Genghis Khan juga memiliki keteladanan yang sesungguhnya membuat kita berdecak kagum seperti:

1. Berbakti terhadap orang tua
2. Kesetiaan dan cinta terhadap pasangan hidup
3. Kesetiaan dalam persahabatan
4. Memiliki sikap spiritual yang tinggi
5. Tidak pernah melupakan pertolongan orang lain
6. Sifat kepeduliannya terhadap orang bawahan

Genghis khan adalah sosok pemimpin yang tidak tamak harta, visioner dan memiliki kemampuan dalam mengelola emosi dengan baik.

Setiap kali peperangan, Genghis Khan selalu membagikan 9/10 bagian harta rampasan perang kepada prajurit-prajurit yang berada di bawah kendalinya, sementara itu ia hanya menikmati 1/10 bagian sisanya.

Meskipun Genghis Khan dibesarkan dalam kebudayaan nomadic, pada masa kepemimpinanya Ia membangunkan ibu kota kerajaan permanen, Karakorum menjadi tempat pilihannya dan ia ingin menjadikannya sebagai pusat dagangan dan budaya yang besar.

Genghis Khan ingin bangsanya sejahtera dari penaklukan yang dilakukannya. Ia menginginkan rakyatnya memakan daging yang empuk, hidup dalam tenda yang indah dan mengembalakan ternak-ternak mereka di tanah yang subur.

Genghis Khan adalah seorang yang buta huruf tetapi ia faham betul dengan kekuatan tulisan dan ia tidak menginginkan rakyatnya seperti itu dan memerintahkan agar warisan kekuasaannya tercatat untuk generasi mendatang.

Untuk mensejahterakan rakyatnya Genghis Khan mengimpot ilmu pengetahuan dan teknologi militer dari China, mendirikan korps pelatihan medis dengan tabib-tabib China, memerintahkan pengikutnya untuk melakukan kodifikasi atas catatan dan peraturan darinya sebagai cikal bakal hukum dan perundangan di masa kekaisarannya.

Pada masa kekuasanaanya tidak seorangpun diperbolehkan memiliki budak dari bangsa Mongol, dan tiap suku diberikan kebebasan untuk menentukan tanahnya sendiri.

Genghis Khan juga merupakan seseorang yang mampu mengelola emosinya dengan baik. Setiap penumpasan yang kejam dan tanpa ampun selalu ia lakukan dengan penuh kesedaran atas manfaat dan akibatnya, bukan dengan keadaan membabi buta. 

Ia tahu bila harus membalas dendam dan bila harus memaafkan seseorang meskipun orang tersebut telah menyiksanya.